Bahaya Dosis Vaksin Sinovac Dan Vaksin Astrazeneca Jika Masuk Tubuh Yang Sama, Begini Penjelasan Pemerintah

Vaksin ini memiliki nilai efikasi (efek perlindungan terhadap COVID-19) sebesar 63,09%. Perbandingan manfaat dan risiko selengkapnya berdasarkan usia dari vaksin ini bisa Parents lihat di akun Instargam dokter Ning, @ningzsppd. “Masyarakat tidak perlu khawatir, penghentian ini merupakan bentuk kehatian-hatian pemerintah, untuk memastikan keamanan vaksin ini.

Diduga ada reaksi imun yang berlebihan terhadap vaksin yg berasal dari adenovirus, ketika vaksin tersebut berikatan dengan platelet, kemudian memicu serangkaian reaksi imun yang menyebabkan terjadinya pembekuan darah. Reaksi ini sebenarnya bisa membaik sendiri, tetapi ada yang bisa berakibat deadly. Reaksi semacam ini mirip dengan reaksi yang dijumpai pada pasien yang sensitive terhadap heparin, suatu obat pengencer darah.

Virus ini yang nantinya dipelajari oleh sistem kekebalan tubuh seseorang, guna mengenal dan mengantisipasi infeksi virus aktif yang masuk ke tubuh kita di masa depan. Perkiraan vaksin sebanyak thirteen,7 juta hingga 23,1 juta dosis ini merupakan tahap awal yang akan dikirimkan. Indonesia memiliki kesempatan untuk mendapatkan vaksin hingga maksimal sebanyak 108 juta dosis dari lembaga internasional tersebut. Jumlah pasti berapa alokasi dosis vaksin yang didapatkan Indonesia tergantung dengan diplomasi Indonesia. Vaksin Sinovac meiliki gejala efek samping semacam pegal dan nyeri pada titik suntikan, dan sering juga rasa gatal serta kantuk dialami penerima vaksin.

Ditemukan bahwa seventy nine orang–dua pertiga dari mereka perempuan–mengalami pembekuan darah setelah menerima dosis vaksin pertama. Belum diketahui secara pasti efek interaksi vaksin AstraZeneca bila digunakan bersama dengan obat, suplemen, atau produk natural tertentu. Agar aman, beri tahu dokter sebelum vaksinasi jika Anda sedang menggunakan obat, suplemen, atau produk herbal apa pun.

Antara lain, harga yang lebih murah dan vaksin dapat disimpan di suhu udara yang tidak terlalu dingin. Adapun, untuk kasus yang dialami oleh pria berusia 22 tahun di Jakarta hingga kini masih dalam proses penyelidikan. Pihaknya mengaku mengalami kesulitan saat menelusuri penyebab kematian tersebut karena tidak ada knowledge medis yang tersedia pascakeluhan yang dilaporkan usai vaksinasi.

Vaksin Astrazeneca buatan mana

Sementara itu, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Tingkat Pusat dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru dr Reisa Broto Asmoro mengimbau masyarakat untuk tidak memilih-milih jenis vaksin yang akan diterima. Dia menegaskan bahwa seluruh vaksin yang tersedia di Indonesia saat ini telah melalui sejumlah tahapan untuk memastikan keamanan, mutu, dan khasiatnya. Sebagai tindak lanjut dari ketiga kasus tersebut, penggunaan vaksin AstraZeneca batch CTMAV547 telah dihentikan untuk sementara. Menurut Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Penny K. Lukito, pihaknya masih menganalisis hubungan sebab akibat dari penggunaan vaksin tersebut dan KIPI yang dilaporkan terjadi. Vaksin ini bekerja dengan cara menstimulasi atau memicu tubuh untuk membentuk antibodi yang dapat melawan infeksi virus SARS-Cov-2. Vaksin AstraZeneca untuk COVID-19 telah menjalani uji klinis di Inggris, Brazil, dan Afrika Selatan.

Ia menjelaskan, pemerintah melaksanakan program vaksinasi COVID-19 menggunakan produk vaksin dari Sinovac maupun AstraZeneca untuk mengendalikan penularan COVID-19. Ini berarti, vaksin tersebut mengandung virus corona yang telah dimatikan sehingga tak dapat menyebabkan penyakit COVID-19. Kementerian Kesehatan selaku pelaksana program vaksinasi nasional akan mulai distribusi vaksin AstraZeneca paling lambat senin minggu depan agar segera kita dapat mempercepat program vaksinasi. AstraZeneca rencananya akan menjadi vaksin kedua yang digunakan di Indonesia untuk mengatasi pandemi COVID-19.

Kemudian, pengisian vaksin ke vial dan pengemasan melibatkan IDT Biologika serta Catalent . Pegembangan vaksin AstraZeneca menggunakan platform Non-Replicating Viral Vector . Singkatnya, ia dikembangkan dari virus flu simpanse yang dapat menyampaikan instruksi ke sel tubuh manusia agar melawan virus penyebab Covid-19. Perusahaan itu mengakui, hingga eight Maret 2021, memang ditemukan 15 kasus DVT dan 22 kejadian emboli paru pada penerima vaksin AstraZeneca di Inggris dan Uni Eropa. Diketahui India juga turut memproduksi vaksin hasil kerjasama dengan perusahaan farmasi AstraZeneca.

Data tersebut dikonfirmasi oleh analisis utama uji klinis fase ketiga dari Inggris, Brasil dan Afrika Selatan, yang dipublikasikan pada pracetak jurnal The Lancet. Dilansir dari laman resmi AstraZeneca, 30 April 2020, AstraZeneca dan Universitas Oxford telah mencapai kesepakatan tentang pengembangan dan distribusi vaksin Covid-19. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, vaksin tersebut didapatkan dari hasil kerja sama multilateral.